Monday, December 04, 2006
Saat Penantian Berujung Tak Pasti
Sajak: Wafie el-Luthfy


Pagi yang dingin tak terasa kita cumbui bersama
hanya karena ingin menunggu datangnya
bis 80 coret atau 65 putih/kuning mengantarkan kita
ke universitas Al-Azhar tercinta.
Disaat penantian itu menghitung waktu
tak terasa sudah 2 jam berlalu
kita terus menunggu dan menunggu
wajah-wajah bis di pinggiran jalan berdebu.

Aku penat berdiam disini
kaupun lelah berdiri sejak tadi
menunggu bis yang akan kita tumpangi.
Tapi, apa yang terjadibis 80 coret/65 yang kita nanti
belum nampak di depan garasi.
Ach, sungguh bosan sekali penantian seperti ini
jika setiap hari harus begini
kapan kita bisa mencari dan mendapati
ilmu yang dititipkan kekasih-kekasih Ilahi
di Al-Azhar univerity.

Waktupun terus berlari
menyeret hati untuk bersaksi;
"satu penantian yang menjengkelkan hati,
tidak pernah berujung pasti."

Lalu, sepintas kudengar kau menghela nafas tinggi-tinggi
mendamaikan diri, mencoba menenangkan hati
dengan kalimat tasbih memuji sang Ilahi,
agar diberi kekuatan dan kesabaran atas penantian ini.
Takbirpun bersolek di menara yang tinggi
selaras dengan taubat hati
kembali beristigfar atas ketidaksabaran ini...


Pinggiran Jalan Berdebu, 04 Des '06
posted by Rintihan Sunyi @ Permalink ¤5:31:00 AM   0 comments
Saturday, November 11, 2006
Sejarah 18
Tuhan…...
Aku seperti terbangun
Dalam mimpi yang terlalu panjang,
Di kala aku melihat
Seuntai makna cinta
Lewat desah nafasnya.

Tuhan……
18 adalah moment yang berarti
Dalam mengakit hari
Mencipta sederet puisi hati,
Karena telah aku tancapkan
Bunga-bunga cinta dalam ulu hatinya,
Dan diapun menyiramnya
Dengan wangian kembang sukma
Ke sepanjang taman jiwa.

Oh Tuhan……
Sungguh aku merasa bahagia
Di atas kebahagiaan yang ada,
Karna apa yang aku impikan
Kini telah menjadi impian kasih
Buat sang hati yang selalu menanti.
posted by Rintihan Sunyi @ Permalink ¤3:50:00 PM   0 comments
Arti Sebuah Nama
F : ajar telah menyingsing di ufuk senja
Menyinari setiap kegelapan dunia

A : lam kini menjadi terang menderang laksana
Terangnya cahaya rembulan

T : api cahaya sang bulan
Kini telah

H : ilang lantaran datangnya
Siang

U : ntuk-MU….. Tuhan !

L : apisilah seluruh lentera
Kehidupanku

W : alau hanya dengan setetes embun
Pagi-MU,

A : agar perjalanan hidupku nanti,
Selalu berarti di sepanjang hari, Dan

F : atamurgana-MU ,
Semoga ‘kan tetap menjadi tempat peristirahatan yang hakiki...

I : nilah sebait doaku,
Yang terselubung di setiap bait namaku.
posted by Rintihan Sunyi @ Permalink ¤3:38:00 PM   0 comments

BiodatA
Kenali dirimu. Maka kamu akan tahu siapa aku. Cukup sederhana!!!
Kontemplas!
GudanG BukU
CatataN PinggiR
Sekarang, detik ini. Kita urai arti perpisahan. Besok, lusa nanti. Kita kenang makna kebersamaan.
BeluM AdA JuduL

Entahlah, sejauh mana aku akan memberi judul tulisan ini.

BeluM AdA MaknA

Masih mencari sebuah hakekat. Entah itu apa?

BeluM AdA Is!

Lagi dalam tahap penyempurnaan.

Koleras!
NilaI GandA


IramA MusiK